Cinta, Pertemanan, Melodrama, atau Komedi Cinta
Perjanjian yang sudah ditakdirkan harus datang ketika kelulusan.
Saat itu aku tak tau harus berbuat apa dan membawa apa.
Datang sosok yang tak dikenal berbeda jenis kelamin yang ku tak tau.
Setelah berkenalan baru ku tau bahwa dia teman sejawat dahulu.
Beberapa hari berlalu setelah hari itu.
Pertemuan kembali muncul melalui dunia yang tidak di pertemukan melalui tubuh fisik.
Berawal dari cerita bahwa dia masalah karena kejutekannya.
Hingga kini kita tertawa bersama, hingga melakukan hal konyol hanya untuk tertawa.
Takdir ini mungkin komedi cinta yang dimana hal yang di lakukan tidak ada getaran.
Atau mungkin dia juga merasakan getaran yang sama namun ku tak mengetahuinya.
Bila mana pertemanan biasa, cukup lah dan janganlah jadi perasaan lebih.
Namun bila takdir menyatakan lain bawa dia sang cinta yang datang, entah apa yang akan aku dan dia perbuat.
Puisi karya : Deri Yanto
0 Comments
kalo melihat jangan pernah melotot.