Cinta Tak Terbalas (Jilid 2)

           Cinta Tak Terbalas

Saat menjelang awal semester berikutnya di tahun kedua.
Aku melihat sang pujangga, hari menjadi juara.
Tak sehebat aku yang hanya manusia normal biasa.
Yang biasanya main dan tertawa saja.

              Ketika aku melihat pujangga ku menjadi juara kedua di kelas.
              Tah kenapa aku ingin sekali lebih dekat dengannya.
               Sayangnya aku hanya bisa melihat di barisan prajurit biasa.
               Yang hanya bisa melihat dia bersinar di depan.

Ke esoknya saya bertekat untuk mendapat juara agar bisa bertemu dengannya.
Belajar giat pun aku lakukan, demi dekat dengannya.
Tak apa daya dari setiap yang aku lakukan.
Ternyata tak mendapatkan nilai yang memuaskan.

               Semangat ku agak padam demi ingin mendekati pujangga.
               Semangat redup tapi tekat tidak mati.
               Dari selang waktu, akupun mencoba mendekati dari cara yang berbeda.
               Menggunakan inisial yang mungkin akan membuatnya tersenyum dan tertawa.

Hari yang kutunggu untuk penjurian penilaian di semester dua tahun kedua.
Ternyata saya tidak dapat bersanding denganya.
Dan saya juga terkejut ternyata pujangga yang aku cinta pun tidak lagi mendapatka juara.

             Sedih rasanya tidak bisa melihat dia dari depan.
             Namun apa daya mungkin ini adalah fakta dari kehidupan.
            Atau mungkin ini adalah komedi cinta monyet saja.
            Akhirnya tetap saya masih suka dia.

Puisi karya : Deri Yanto

0 Comments