Gejolak Asmara

              Gejolak Asmara

Lelaki sendiri di kehidupan.
Menanti rusuk yang hilang.
Rusuk di curi entah kemana.
Tak kunjung kupungkiri telah tiada.

               Sesosok mata dewi datang melihat.
               Lebih dari satu mata tertuju padanya.
               Dari beberapa cabang mereka mendekat.
               Ini pemberian dari maha kuasa yang harus diputuskan.

Terus melaju tampa henti.
Mencoba menarik setiap mata dewi.
Entah kenapa tiada berarti.
Jika tak dapat menjadi penantian di akhir.

Puisi karya : Deri Yanto

0 Comments