Sepucuk Terimakasih

                Sepucuk Terimakasih

Tunas tumbuh dari akar.
Terkadang bibit pun kian bersama.
Jembatan takdir yang mengikat.
Menunjukkan aku, kamu, dan dia.

                  Pertemuan yang mendesak.
                  Dari kilatan perkataan maupun kesakitan.
                  Pertemuan dari sebuah tugas.
                  Yang menyatukan menjadi bersama.

Batasan pasir pantai tak terlihat.
Hingga kini kita bersama.
Entah kenapa agak menjauh.
Karna takdir bukanlah bagian dari kebersamaan kerja.

                  Kaget melihat saling menatap.
                  Menatap tempat yang berbeda.
                  Satu tujuan kita akan selalu bersama.
                  Karena kita partner setia kawan.

Puisi karya : Deri Yanto

Crossing/ Balasan untuk : Fitria

0 Comments