Pahitnya Kehidupan

Dahulu pernah berfikir hidup itu tidak akan rumit.
Jalanin apa yang bisa dan hindari apa yang tidak.
Sekarang perbedaan waktu sini berganti.
Perasaan dari masa lalu ingin dibalas ke masa depan.
Baik itu ke suksesan, cinta, kasih sayang, keterlambatan, dan lainnya.

              Kehidupan membayangkan hal lebih mudah dari perkaranya.
              Mencari yang ingin di capai tak semudah imajinasinya.
              Keinginan sukses terkendala kenyataan hidup.
              Mencari cinta tak pernah tercapai sampai yang tulus.
              Kasih sayang sahabat pun hanya sebatas satu keloter waktu.

Hidup itu menarik dan mendapatkan pembelajaran.
Menangis, merintik, kesakitan, sengsara dan kepedihan dirasakan sendirian.
Tertawa, senang, bahagia, berbangga, memiliki segalanya semakin datang berkunjungnya orang.
Terbalik pasti, namun sakitnya seperti panglima yang di khiyanati negaranya.
Terkadang mencoba mencari hidup yang pasti ternyata selalu ada orang yang ingin menyakiti.

               Mau hidup bahagia, adanya kendala.
               Mau hidup senang, ada yang tidak suka.
               Mau hidup serba senyum, selalu ada masalah.
               Mau coba untuk tegar, terkendala faktor sosial.
               Mungkin ini lah kenyataan, tetap ikhlas menjalaninya maka dia lah pemenangnya.

Puisi karya : Deri Yanto