https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqvFywk2IVqKpe7rzNkXTMRRjbjwIOZQbaQ8beMfxXfoqZNllA6Onk8KTyuUdYYUhSftqEJVbSs1SaU0WMq6Nbp5TIfQbrdlNcugQtLPiRs6axvCa9iXEzUbie4GyRzA9H-Bp59iG9jyL4/s1600/perkotaan.jpg 

Wahai Sang Pemilik Usaha 

Sang penguasa sebuah gedung dari aset yang dia punya.
Mencari sesuatu namun seenaknya, apa yang diperbuat.
Mencari pegawai baru seperti mencari kacang yang di malam hari.
Di awali dengan niat yang baik, dan diakhiri dengan ke hampaan.

                      Kota besar dialah tempat kau berpijak.
                      Seorang pemilik semena-mena membuat keputusan.
                      Mencari pegawai dengan seksama.
                      Syarat-syarat hanya tipu daya sesaat.

Ke ikut sertaan calon untuk tujuan.
Dengan harapan namun tidak ada kepastian.
Hanya secarik kertas dengan nilai adalah modalnya.
Perusahaan busuk mencari karyawan, dengan tujuan mendapatkan keuntungan.

                     Jika ingin untung dalam mencari karyawan.
                     Lebih baik kau perusahaan menjual diri sendiri atau usahamu.
                     Jika maksud busuk mencari karyawan.
                     Lebih baik jangan membuang-buang waktu kami yang sedang mencari kerja.

Datang karna panggilan, dengan harapan diterima.
Kepura-puraan dari banyak calon, syarat-syarat, pysikotes dan sebagainya.
Ujung punya ujung ditunjukan kebusukaanya.
Menyeleksi dengan biadab, dengan membuang waktu kami calon karyawan.

Puisi Karya : Deri Yanto