Hanya Perempuan Lewat

Awal yang unik di dalam lingkup pendidikan,
Bertemu perempuan dengan polesan tebal di wajahnya,
Kenal tidak pun hanya sebatas tanggung jawab,
Dia pun mengenal hanya sebatas gurauan.

Ku anggap kau wanita buka  perempuan,
Entah mengapa aku mengajarkan kata yg sulit dia cerna,
Awalnya hanya sebatas canda yang coba ku bangun,
Ku dirayu dan ku balas rayu.

Bertemu hanya sebatas ingin ketemu,
Berbincang masalah ku dan masalahmu,
Ku anggap kamu untuk mencari solusiku,
Ternyata tak ketemu kau yang ngeluh.

Ku dengarkan ceritamu ternyata teringat masa lalu,
Kudengarkanmu saat makan sambil berbicara itu lucu,
Apalagi saat gincu hilang saat makan itu,
Dalam hati ku tertawa melihat itu.

Bentar tapi senang mungkin itu yang ku lihat,
Engkau ingin lama namun aku tak bisa,
Sejujurnya akun ingin tetap lama saling bertatapan,
Namun aku tak tau kemana arah pembicaraan.

Saat kau berbicara mungkin hanya canda,
Namun aku menganggap itu bukan canda,
Untuk itu aku mencoba untuk tidak lama,
Karena kamu mengarah kehubungan orang dewasa.

Jujur dalam hati ingin mengikuti kata yg kamu ucap,
Bercumbu berdua di dalam satu atap,
Melakukan kegiatan yang dilarang agama,
Namun sekali lagi aku coba untuk mempersempit waktu kita berdua.

Masih ingat kamu menahan agar aku tetap lama,
Dan menginginkan tahun baru di bukit dengan menyewa,
Bukan aku takut untuk kesana,
Aku masih ingin melihat masa depanmu bisa cerah.

Puisi karya : Deri Yanto