SEMINAR PROPOSAL
Dosen : Pak Mulyadi
Mengajukan:
Cari jurnal yang membahas variable dependen (y) sama (-+ 15 Jurnal) (arsip)
1.
Kualitas hasil audit
2.
Kinerjaperusahaan (ROA / ROE)
3.
Harga Saham
4.
Dsb
UTS > Menyusun BAB I dan II
UAS > Meyusun BAB I, II, dan III
Pahami Struktur Tesis dan Isinya
BAB I : PENDAHULUAN
1.
Latar Belakang
-
Suatu fenomena atau Isu yang nyata sebagai latar
belakang mengapa penelitian ini perlu dilaksanakan misalnya adanya penurunan
nilai sham atau adanya fluktuasi probabilitas (ROA, ROE, NPM)
-
Research gap yaitu perbedaan hasil penelitian
terdahulu
-
Nilai tambah yang diharapkan dari penelitian ini
Contoh : ROA
2.
Identifikasi Masalah
Diidentifikasi masalah-masalah yang mempengaruhi Y atau
variabel terikat yang menjadi isu masalah.
Misalnya Y nya adalah profitabilitas maka
masalah- masalah yang dapat mempengaruhi seperti current ratio, ukuran
perusahaan, debt to equity ratio, arus kas operasi, total asset turn over dll
3.
Batasan Masalah
Dari identifikasi masalah tersebut mana
yang akan diteliti misalnya yang diteliti hanya 3 variabel yaitu current ratio,
ukuran perusahaan dan debt to equity ratio (biasanya yang dipilih adalah yang
ada research gapnya sehingga peneliti ingin menguji variabel yang mana
sebenarnya yang berpengaruh)
4.
Rumusan Masalah
Memuat masalah apa yang akan diteliti
biasanya berupa kalimat tanya seperti:
–
Apakah current ratio berpengaruh terhadap ROA?
–
Apakah ukuran perusahaan berpengaruh terhadap
ROA?
–
Apakah debt to equity ratio berpengaruh terhadap
ROA?
5.
Tujuan Penelitian
Penelitian bertujuan menguji rumusan
masalah misalnya:
–
Menguji dan menganalisis pengaruh current ratio
terhadap ROA
–
Menguji dan menganalisis pengaruh ukuran
perusahaan terhadap ROA
6.
Manfaat Penelitian
7.
Dijelaskan manfaat penelitian baik bagi
akademisi maupun praktisi/regulator
BAB II : KAJIAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS
- Grand Theory (misalnya Agency Theory, Signalling
Theory, Positive Accounting Theory)
- Middle
Theory (misalnya Akuntansi, Audit)
- Applied
Theory dimulai dari pembahasan variabel Y, X1, X2, X3…dst
- Penelitian
Terdahulu yang digunakan sebagai acuan penelitian ini
- Kerangka Pemikiran
Dijelaskan
secara teoritis/konseptual pengaruh masing
masing variabel X terhadap Y dan
digambarkan hubungannya
- Formulasi Hipotesis:
Dijelaskan teori yang mendasari
hipotesis yang dirumuskan (hampir sama dengan penjelasan no 5 tetapi lebih
ringkas dan hanya yang mendukung
hipotesis)
Hipotesis alternatif 1, Hipotesis alternatif 2, Hipotesis alternatif 3, dst
BAB III : METODE PENELITIAN
- Desain
Penelitian dijelaskan penelitian ini jenis apa misalnya penelitian
eksplanasi yaitu menjelaskan hubungan kausal antara variabel melalui
pengujian hipotesis
- Populasi dan Sampel dijelaskan
populasinya siapa saja dan kriteria pemilihan sampelnya bagaimana
- Metode Pengumpulan Data jika
data primer maka digunakan kuesioner dan jika data sekunder maka dengan
mencari data apakah dari BEI, OJK atau sumber lainnya.
- Jenis dan Sumber Data jika
data primer disebutkan siapa saja, dari unit kerja mana; jika data
sekunder dari instansi mana misalnya BPS, BEI, OJK dll
- Definisi & Operasionalisasi Variabel
- Metode Analisis
Definisi dan operasionalisasi variable
•
Dijelaskan secara singkat variabel,
sub-variabel, rumus, skala, kuesioner (jika menggunakan kuesioner), referensi
•
Penjelasan dimulai dari variabel Y, X1, X2, X3
…. dst
•
Metode Analisis Diskripsi
statistik
•
Uji reliabilitas dan validitas (data primer)
•
Uji asumsi klasik (data primer/sekunder)
–
Uji normalitas
•
Uji
Normalitas digunakan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi, variabel
terikat, variabel bebas atau keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak.Uji
normalitas ini dapat dilakukan dengan grafik histogram dan grafik normal
P-Plot. Jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikat arah
garis diagonal maka model regresi memenuhi asumsi normalitas
–
Uji multikolinearitas
•
Uji
multikolinieritas bertujan untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan korelasi kuat antar variabel
independen.. Ketentuan untuk mendeteksi ada tidaknya multikolinieritas yaitu Variance
Inflation Factor (VIF), jika nilai Variance Inflation Factor (VIF)
tidak lebih dari 10 dan nilai Tolerance tidak kurang dari 0,1 maka model
dapat dikatakan terbebas dari multikolinieritas (Ghozali, 2013).
–
Uji heteroskedastisitas
•
Uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah
model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke
pengamatan yang lain. Jika varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan
yang lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut
heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah homoskedastisitas (Ghozali,
2013).
•
Jika
ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar diatas dan bawah angka 0 pada sumbu
Y, maka tidak heteroskedastisitas
–
Uji autokorelasi (khusus data sekunder)
•
Uji
autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi terdapat
korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu
pada periode t-1 atau sebelumnya (Ghozali, 2013:95).
•
Untuk
menguji ada tidaknya masalah autokorelasi, digunakan uji Durbin-Watson (DW test). Kemudian nilai
Durbin-Watson hitung (d) yang diperoleh dari hasil pengujian akan
dibandingkan dengan nilai tabel Durbin-Watson
•
Uji persamaan regresi
•
Uji hipotesis (uji t)
•
Uji koefisien determinasi (R2)
•
Uji F
Pengambilan
Keputusan Ada Tidaknya Autokorelasi


SAMPLING
• Metode Pemilihan Data (Sampling): proses memilih sejumlah elemen dari
populasi sehingga penelitian terhadap sampel dan pemahaman tentang sifat atau
karakteristiknya akan membuat kita dapat menggeneralisasikan sifat atau
karakteristik tersebut pada elemen populasi.
• Tujuan pengambilan sampel agar sampel yang diambil dari populasinya
"representatif" (mewakili), sehingga dapat diperoleh informasi yang cukup untuk mengestimasi
populasinya.
JENIS, SUMBER,
PENGUMPULAN DATA
• Jenis dan Sumber Data: data primer, data sekunder.
• Metode Pengumpulan Data, i.e. questionnaire, wawancara, ICMD,
internet.
BAB IV – HASIL
PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
1) Bagian
ini memuat hasil penelitian dan pembahasan. Penyajian hasil penelitian dapat
disertai tabel, grafik, foto atau bentuk lain.
2) Pembahasan
tentang hasil yang diperoleh berupa penjelasan teoritik, baik secara
kualitatif, kuantitatif, atau secara statistik.
Regresi Linier Berganda (Multiple linier regression):

- Hasil uji statistik deskriptif
2. Hasil uji Asumsi Klasik (Model Regresi
Linier)
3. Hasil uji Goodness Fit/Model
- Hasil uji hipotesis:
- Hasil uji t (t test)
- Hasil uji F (F test)
5. Pembahasan hasil penelitian
Regresi Logistic (Logistic
regression):

- Jumlah kasus yang dianalisis
- Keakuratan prediksi dengan hanya
menggunakan konstanta
- Overall test (Omnibus test)
4. Partial test (Variables in the Equation)
5. Uji Goodness Fit/Model (Cox
& Snell R Square or Nagelkerke R Square)
- Uji Hesmer adn Lemeshow (apakah
probabilitas yang diprediksi sesuai dengan probabilitas yang diprediksi)
- Interpretasi Odds ratio
Structural Equation Modeling (SEM):
- Pengembangan model berbasis teori
- Spesifikasi model
- Identifikasi model:
a.
Under-identified model
b.
Just-identified model
c.
Over-identified model
- Estimasi model
4. Assessment of Fit:
a. Overall
model
b. Uji
Measurement model
c.
Uji Structural model
5. Respesifikasi/Modifikasi model
STRUCTURAL EQUATION MODELING (SEM)
Kriteria Goodness of Fit Index (GoFI):
- Absolute Fit Indices (AFI)
- Incremental Fit Indices (IFI)
- Parsimonious Fit Indices (PFI)
GOODNESS OF FIT INDEX
- Imam Ghozali (2011) -
|
No
|
Goodness of Fit Index (GOFI)
|
Cut off Value (Nilai Batas)
|
Perintah
|
Measures
|
|
1
|
Chi-square (X2)
|
Semakin kecil semakin baik
|
\cmin
|
Absolute Fit Measures
|
|
2
|
Probability
|
> 0.05
|
\p
|
|
|
3
|
CMIN/DF
|
< 2.0
|
\cmindf
|
Absolute Fit Measures
|
|
4
|
GFI
|
> 0.90
|
\gfi
|
Absolute Fit Measures
|
|
5
|
RMSEA
|
0.05 - 0.08
|
\rmsea
|
Absolute Fit Measures
|
|
6
|
AGFI
|
> 0.90
|
\agfi
|
Incremental Fit Measures
|
|
7
|
TLI
|
> 0.90
|
\tli
|
Incremental Fit Measures
|
|
8
|
NFI
|
> 0.90
|
\nfi
|
Incremental Fit Measures
|
|
9
|
PNFI
|
0.60 - 0.90
|
\pnfi
|
Parsimonious Fit Measures
|
|
10
|
PGFI
|
0 – 1.0 (Semakin tinggi menunjukkan model lebih parsimoni)
|
\pgfi
|
Parsimonious Fit Measures
|
GOODNESS OF FIT INDEX
- Hengky Latan (2013) -
|
No
|
Goodness of Fit Index (GOFI)
|
Cut off Value (Nilai Batas)
|
Perintah
|
Measures
|
|
1
|
Chi-Square (X2)
|
Semakin kecil semakin baik
|
\cmin
|
Absolute Fit Indices
|
|
2
|
Probability
|
> 0.05
|
\p
|
|
|
3
|
AIC
|
< AIC Saturated dan
Independence Model
|
\aic
|
Absolute Fit Indices
|
|
4
|
CAIC
|
< AIC Saturated dan
Independence Model
|
\caic
|
Absolute Fit Indices
|
|
5
|
RMSEA
|
< 0.08
|
\rmsea
|
Absolute Fit Indices
|
|
6
|
SRMR
|
\srmr
|
Absolute Fit Indices
|
|
|
7
|
CFI
|
> 0.90 ; > 0.95
|
\cfi
|
Incremental Fit Indices
|
|
8
|
TLI
|
> 0.90 ; > 0.95
|
\tli
|
Incremental Fit Indices
|
|
9
|
IFI
|
> 0.90 ; > 0.95
|
\ifi
|
Incremental Fit Indices
|
|
10
|
PCFI
|
> 0.50 ; > 0.60
|
\pcfi
|
Parsimonious Fit Inidices
|
GOODNESS OF FIT INDEX
- Siswoyo Haryono & Parwoto Wardoyo (2013) -
|
No
|
Goodness of Fit Index (GOFI)
|
Cut off Value (Nilai Batas)
|
Perintah
|
Measures
|
|
1
|
Chi-Square (X2)
|
Semakin kecil semakin baik
|
\cmin
|
Absolute Fit Indices
|
|
2
|
Probability
|
> 0.05
|
\p
|
|
|
3
|
Degree of freedom (df)
|
> 0
|
||
|
4
|
GFI
|
≥ 0.90
|
\gfi
|
Absolute Fit Indices
|
|
5
|
AGFI
|
≥ 0.90
|
\agfi
|
Incremental Fit Indices
|
|
6
|
CFI
|
≥ 0.95
|
\cfi
|
Incremental Fit Indices
|
|
7
|
TLI
|
≥ 0.95
|
\tli
|
Incremental Fit Indices
|
|
8
|
CMIN/DF
|
≤ 2.0
|
\cmindf
|
Absolute Fit Indices
|
|
9
|
RMSEA
|
≤ 0.08
|
\rmsea
|
Absolute Fit Indices
|
BAB V – KESIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN
- Kesimpulan
2. Keterbatasan
- Saran
1) Simpulan
dan saran dinyatakan secara terpisah.
2) Simpulan merupakan pernyataan singkat dan tepat yang
dijabarkan dari hasil penelitian dan pembahasan serta merupakan hasil pengujian
hipotesis.
3) Saran dibuat berdasarkan hasil penelitian dan pengalaman
serta pertimbangan peneliti yang ditujukan kepada para peneliti yang akan
melanjutkan atau mengembangkan penelitian yang sudah diselesaikan.
DAFTAR PUSTAKA & LAMPIRAN-LAMPIRAN
- Daftar Pustaka
Daftar pustaka memuat pustaka yang
digunakan sebagai acuan dalam penelitian dan disusun kebawah menurut abjad nama
penulis buku yang dicantumkan.
• Apabila
penulis buku adalah orang asing, maka didahului dengan nama keluarga, sedangkan
apabila penulis buku adalah orang Indonesia, penulisan nama sesuai dengan nama
yang ada.
• Untuk
buku, ditulis berturut–turut nama penulis, judul buku (dengan huruf miring),
jilid, nomor terbit, nama penerbit, kota tempat penerbitan, dan tahun terbit.
• Untuk
jurnal dan majalah ditulis nama penulis, tahun terbit, judul tulisan, singkatan
resmi nama majalah (dengan huruf miring), jilid, nomor terbit dan nomor
halaman yang diacu.
2. Lampiran-lampiran
Lampiran dipakai
untuk menempatkan data atau keterangan lain yang berfungsi untuk melengkapi
uraian yang telah disajikan pada bagian utama tesis.
0 Comments
kalo melihat jangan pernah melotot.