Hentinya waktuku (Keputusan)
Pernahkah berfikir kita berada di paradoks.
Ditempat yang sama melakukan yang sama.
Waktu seakan tidak berpihak.
Namun dunia teman kita bergerak.
Bukti perhentian ini lah nyata.
Orang dengan material akan bergerak.
Yang tidak ada hanya mengikuti arus.
Bosan ya, marah iya.
Jika seandanya bumi hancur terasa tidak buruk.
Entah mengapa kegelisahan terus buruk.
Enyah lah Dunia
Enyah lah sekitar.
Entah mengapa w ingin dajal cepat datang dan membinasakan dunia.
Mungkin karena w melihat semua duni ini terasa busuk.
Memakan atau dimakan oleh keserakahan yang w liat langsung membuat enek.
Jika ada perang w setuju. Entah kenapa.
Jika tatanan dunia ini terus berlanjut seperti ini.
Entah mau kemana masa depan kedepan.
Dikekang salah, di biarkan salah, dan di diamkan salah.
Mungkin benar jika bumi seharunya di binasakan.
Puisi karya : Deri Yanto

0 Comments
kalo melihat jangan pernah melotot.